Praktikum-4 : Pengenalan Subnet Mask dan Membuat Jaringan Wireless pada Cisco Packet Tracer
Hasil & Pembahasan Praktikum :
Praktikum kali ini membahas tentang subnet mask yang akan
berhubungan dengan subnetting. Subnetting adalah sebuah cara di mana server
mengatur pembagian IP kepada client dengan memberikan batasan melalui subnet
mask-nya, yang biasanya diwakilkan oleh slash (contohnya /24). Jika secara umum
jaringan menggunakan /24 sebagai default, maka dalam subnetting tidak demikian.
Angka yang tertulis bersamaan dengan “/” menunjukkan jumlah angka 1 jika subnet
mask ditulis dalam bentuk biner. Dalam IP address kelas C, jumlah angka 1 pada
octet keempat (terakhir) menunjukkan jumlah network, sedangkan jumlah angka 0
menunjukkan jumlah host (client) IP address dari sebuah server. Untuk
menghitungnya, angka dua dipangkatkan dengan jumlah dari masing-masing angka
baik angka 1 maupun 0. Untuk jumlah host, jumlah IP host yang bisa dibagikan
kepada client harus dikurangkan dua, hal ini disebabkan ada dua slot IP yang
secara default sudah diberikan untuk network dan broadcast. Perhatikan table
pembagian subnetting di bawah ini.
Prosedur
Praktikum :
1.
Susun
device yang diperlukan dalam membuat topologi, pada praktikum kali ini karena
kita menggunakan jaringan wireless, maka ada tambahan perangkat yaitu
AccessPoint (AP).
2.
Hubungkan
router, switch, server, dan AccessPoint dengan kabel UTP straight. Tunggu
sampai penanda setiap kabel (kecuali yang terhubung ke router) berwarna hijau.
3. Berikan IP Address ke FastEthernet yang terhubung ke router
pada CLI router, nyalakan dengan perintah “no sh”. IP ini akan digunakan
sebagai IP gateway yang nanti akan dibagikan oleh server.
4.
Setting
IP Address masing-masing server, pada bagian “Default Gateway” masukkan ip yang
sebelumnya disetting pada FastEthernet router. Kemudian setting service DHCP
server, maximum users akan terisi otomatis sesuai subnet mask yang dimasukkan
dan sisa slot dari IP yang tersedia (pastikan subnet mask pada server dan
router sama).
5. Bagian “Port 0” adalah port yang terhubung ke switch, pastikan port status dalam keadaan “on” agar AccessPoint dapat mengakses data dari server. Pada “Port 1” kita dapat menyetting SSID (nama AP yang muncul di perangkat user) dan password dari AP, jika kita ingin menggunakan password maka pilih salah satu mode uthentication yang ada selain disabled (saya memilih WPA2-PSK untuk AP di jaringan A), lalu pada kotak “Pass Phrase” masukkan password yang diinginkan (pastikan minimal 8 karakter).
6. Pada user, ubah LAN Card menjadi WLAN Card. Pada PC, matikan power lalu lepas LAN Card yang berada di bawah dan gantikan dengan “WMP300N”, nyalakan kembali.
7. Sambungkan user ke AP yang sesuai pada masing-masing jaringan, masuk ke bagian desktop lalu pilih PC Wireless, setelah itu ke bagian connect dan tunggu sampai list dari Wireless Menu muncul, jika tidak muncul juga klik refresh.8. Jika AP yang kita sambungkan memiliki password, user akan
diminta untuk memasukkan passwordnya, namun jika tidak maka user akan langsung
ter-connect dengan jaringan.
9. Jika sudah ter-connect, IP user akan secara otomatis melakukan request IP Address dengan DHCP, jika tidak otomatis, maka pindah dari Static ke DHCP.
10. Lakukan ping ke user lain terutama yang berbeda jaringan. Jika terjadi Request Timed Out tunggu beberapa saat hingga status ping TTL.Diagnosa
dan Troubleshooting Masalah :
Kesimpulan Percobaan :
1.
Subnetting
adalah cara untuk menentukan jumlah host dan network dengan memanfaatkan subnet
mask dari sebuah IP.
2. Subnetting memiliki aturan untuk pembagian IP pada masing-masing network.
3. Jaringan wireless adalah jaringan yang tidak menggunakan kabel dalam pengkoneksian kepada user, namun dengan menggunakan Access Point.

.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
Comments
Post a Comment